Kebahagiaan yang tak dirindukan
Senang, ungkapan perasaan yang mewakili diri ini ketika kembali menerima kabar dari mu seseorang yang pernah mendampingi ku untuk berjuang bersama.
Bimbang, ketika harus memilih antara mengambil kembali kebahagiaan itu atau mempertahankan benteng pertahanan yang sudah ku buat.
Diriku di buat lemah seolah benteng Pertahanan yang sudah di buat dengan kokohnya sekejap hancur dengan gampangnya hanya dengan sebuah kalimat "gimana kabarnya?".
Kenapa?
Kenapa kebahagiaan itu kembali muncul disaat diri ini mulai terbiasa dengan keadaan dimana hati sudah bisa menjalani hidup sendiri.
Kenapa dirimu kembali hadir dengan membawa senyum yang sudah lama ku lupakan.
Kenapa disaat diri ini sudah mulai melupakan dirimu justru kamu kembali datang mengusik hidup ku agar aku kembali bernostalgia dengan semua kenangan yang pernah ku lewati bersama mu.
Jujur, aku merasa senang dibalik kembalinya kehadiran mu meskipun kehadiran mu hanya sebatas via pesan media sosial, tetapi dalam hati ini juga aku bertanya - tanya apa maksud dan tujuan mu kembali hadir di dalam hidupku?.
Tidak lelahkah dirimu kembali hadir dan kembali berlari dalam memori ingatanku sedetik saja? kehadiran mu itu membuat ku kembali membuka album lama yang berisi foto mu. aku sudah lelah menatap mu yang hanya membeku dengan senyuman yang sama dalam album kenangan kita, sejenak terlintas di benak ku haruskah kita mengatur sebuah pertemuan?
Tetapi hal itu tak ingin ku lakukan sebab aku takut. Aku takut jika saat kita kembali bertemu aku akan kembali merasakan kehangatan dan kebahagiaan yang pernah kurasakan seperti waktu dulu.
Maaf apabila kehadiran mu itu merupakan kebahagiaan yang tak ku rindukan

Mantul..
BalasHapusSmgant trus dlm menulis.
Sesungguhnya kenangan kalian tak kan pernah mati..dia hanya bertransformasi menjadi sbuah ikatan baru yg kekal bernama persahabatan.